Powered by Blogger.

Warga Minta BKSDA Atasi Gajah di Kluet Tengah

serambinews.com

TAPAKTUAN - Masyarakat dari berbagai desa dalam Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh segera mengatasi gangguan gajah di kecamatan itu. Pasalnya, keberadaan hewan dilindungi itu di daerah tersebut telah menyebabkan penduduk merana.


Koordinator Lembaga Acheh Future Wilayah Aceh Selatan, Tgk Muslim, kepada Serambi, Selasa (4/10) mengatakan, keganasan gajah di daerah itu sudah sangat meresahkan warga. Selain telah merusak rumah dan tanaman sawit, coklat, pinang, padi dan tanaman lainnya, keberadaan binatang liar di daerah itu juga telah mengakibatkan tiga warga meninggal dan dua orang lainnya cacat seumur hidup akibat diamuk gajah.

Warga yang meninggal akibat diamuk gajah selama tiga tahun terakhir masing-masing Linawati (30) warga Desa Sarah Baro, dibanting gajah liar 13 September 2011, Syamsuddin (38) dan Salehuddin (30) kedua warga Desa Koto.

Sedangkan dua korban yang cacat seumur hidup akibat diamuk gajah, yakni  Tarmizi, warga Desa Koto Indarung diinjak gajah tahun 2005 dan Misbah, warga Desa Lawe Melang diinjak gajah tahun 2009.

Tgk Muslim mengatakan, meski gangguan satwa dilindungi itu sudah berlangsung lama dan menimbulkan kerugian besar bagi warga setempat, namun hingga kini belum ada tanda-tanda dari pemerintah daerah atau instansi terkait untuk mengatasinya. “Buktinya gajah-gajah itu kini masih saja berkeliaran dan merusak tanaman warga,” katanya.

Karena itu, Lembaga Acheh Future Wilayah Aceh Selatan, sangat berharap kepada pemerintah dan BKSDA untuk segera mengatasi gangguan gajah di daerah terpencil itu. Sebab kalau gangguan gajah itu tidak segera ditanggulangi masyarakat akan bertindak menurut mereka sendiri. “Pemkab dan BKSDA tidak boleh diam. Masalah ini harus segera diatasi,” katanya.
Tag : News
0 Komentar untuk "Warga Minta BKSDA Atasi Gajah di Kluet Tengah"

\bisnis paling gratis

Iklan

Back To Top