Friday, January 13, 2012

Proyek Irigasi Paya Dapur Terbengkalai, Bupati Kecewa

TAPAKTUAN - Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf mengaku kecewa pada kontraktor pelaksana proyek pembangunan bendungan intake irigasi D.I Paya Dapur, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, yang menelan dana Rp 4,6 miliar bersumber dari APBA 2011 yang dikerjakan PT Comodo Mitana, hingga kini belum tuntas.

“Saya sudah turun ke lokasi melihat langsung pembangunan proyek bendungan irigasi tersebut. Benar volume pekerjaan masih sangat kurang dan mutunya juga diragukan,” kata kepada Serambi, Kamis (12/1).

Karena itu ia meminta Dinas PU Provinsi Aceh mendesak kontraktor pelaksana menyelesaikan pembangunan bendungan irigasi, serta tanggul sungai tersebut. Karena, air irigasi ini sangat diharapkan dan ditungu-tunggu oleh petani di daerah itu.



Menurutnya, bila bendungan irigasi ini selesai, air tersebut akan dialirkan kelahan persawahan petani di tujuh desa dalam kecematan itu, yakni Desa Paya Dapur, Tanah Munggu, Kampung  Sapik, Alai, Paya Labu dan Desa Durian Kawan.

Di lokasi, Tabrani, tokoh masyarakat Kluet Timur, kepada Serambi, Kamis (12/1) mengatakan, proyek pembangunan bendungan intake irigasi D.I Paya Dapur itu mulai dikerjakan Oktober 2011. Tapi sangat disayangkan itu belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga ribuan hektare lahan persawahan masyarakat di kawasan itu belum bisa melaksanakan penanaman dua kali setahun seperti di kecamatan lain.

Menurutnya, pengerjaan proyek bendungan irigasi tanpa papan nama itu baru sebatas pembangunan tapak dengan batu gajah sekitar 10 meter dari 100 meter lebih luas sungai tersebut. “Sesuai dengan peraturan proyek tersebut  sudah harus tuntas dikerjakan sebelum berakhir tahun anggaran. Tapi hingga 31 Desember 2011 proyek itu masih terbengkalai,” katanya.

Bukan hanya bendungan yang belum tuntas, pembangunan tanggul di pinggir sungai sekitar lokasi bendungan intake irigasi Paya Dapur itu juga belum tuntas. Malahan pembangunan tanggul yang menelan dana Rp 5,3 miliar bersumber dari APBA 2011 yang kini sedang dikerjakan itu diragukan kualitasnya.

“Selain batu yang digunakan kecil atau tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan, juga penyusunan batunya hanya ditempel di tanah dan tanpa tapak. Kondisi ini sangat mudah roboh diterjang banjir,” katanya.

No comments:

Post a Comment

Iklan

\bisnis paling gratis